Tescalon warga merupakan syarat wajib yg harus dilalui bagi sisawa SH Terate tingkat putih (tingkatan sabut , polos/hitam, jambon/pink, hijau dan putih kecil ) untuk menjadi Pelatih / pendekar tingkat I (warga I/este trap I) sebelum diwisuda para Calon warga (sebutan siswa SH Terate tingkat putih akhir) harus mengikuti serangkaian tahap2 seleksi, seperti tes Sabukkain warna sesuai tingkatan : polos, jambon, hijau, putih; Pakaian untuk warga; Baju lengan panjang warna hitam lengan melebar keluar dengan memakai krah, di belakang/punggung ada lipatan yang artinya : Dengankiat PSHT Must Go International, Tarmadji berhasil melambungkan nama PSHT di kancah percaturan kultur dan peradaban dunia. Tercatat ada beberapa komisariat luar negeri yang berhasil dikukuhkan. Masing-masing, Komisariat PSHT Bintulu, Serawak, Malaysia, Komisariat Holland/Belanda, Komisariat Timor Loro Sae, Komisariat Hongkong ,Komisariat Putih Menggunakan sabuk berwarna putih, dengan materi Senam Dasar 1 – 90, Jurus Tangan Kosong 1a – 35, dan mulai diajarkan pengenalan senjata tongkat (toya), senjata belati serta senjata pencak silat lainnya, dengan materi, Senam Toya 1–25, dan Jurus Toya 1 – 15, lanjutan pelajaran kerohanian, serta permainan kuncian lanjutan Melambangkanpersaudaraan orang PSHT yang dalam arti kiasannya adalah kekal dan abadi.Persaudarran yang dimaksud adalah persaudaraan yang sangat erat seperti saudara,bahkan melebihi eratnya saudara kandung.Dan dalam wasiat SH Terate, dilarang berkelahi sesama SH Terate. Sabuk putih atau putih kecil adalah tingkatan siswa yg terakhir uuVMh. Makna Atribut yang Menempel pada Sakral PSHT Sakral PSHT adalah setelan atau seragam yang digunakan untuk latihan. Baik warga atau pun siswa, keduanya memiliki warna dasar yang sama-sama hitam. Sama seperti logo PSHT, hitam pada sakral yang dikenakan bermakna abadi atau kekal. Ini mengarah kepada falsafah persaudaraan kekal dan abadi yang menjadi ciri khas PSHT yang berbentuk persegi diletakkan di dada sebelah kiri dekat dengan hati. Hal ini secara sederhana memiliki makna filosofi bahwa persegi yang bermakna sebagai perisai melindungi sebuah hati dari sifat Juga Inilah 4 Tingkatan Sabuk PSHT Siswa Sampai WargaSabuk diletakkan di pinggang dengan ikatan berada di sebelah kiri. Penempatan ikatan tersebut bermakna agar anggota PSHT membuang jauh-jauh sifat yang arahnya kiri atau PSHT yang dikenakan oleh siswa berbeda dengan yang dikenakan oleh warga. Perbedaan paling mencolok adalah pada lubang yang ada di sekitar kerah. Siswa menggunakan kancing sebagai pengikat lubang di sekitar kerah, sedangkan sakral PSHT milik warga menggunakan tali kur warna putih untuk lubang ini, baik pada sakral warga atau pun siswa, memiliki makna filosofis yang sama. Lubang-lubang tersebut melambangkan panca dasar yakni persaudaraan, olahraga, bela diri, seni, dan kerohanian. Pada dasarnya, latihan dan materi dalam PSHT berisi kelima panca dasar Sakral PSHTMakna Sakral PSHT1. Warna Dasar Hitam2. Kerah atau Gulon3. Lima Lubang Kancing4. Tali Kur Warna Putih5. Ujung lengan baju longgar6. Lipatan di Bagian Belakang Baju7. Celana Latihan Berwarna Hitam dan LonggarWarna hitamKerah atau gulonLima lubag untuk kancing atau tempat mengikat tali kur warna putihTali kur warna putihUjung lengan baju yang longgarJumlah lipatan di belakang bajuCelana latihan berwarna hitam dan longgarBaca Juga Inilah 4 Larangan Siswa PSHT atau Pepacuh, Simak Selengkapnya!Makna Sakral PSHTAtribut-atribut yang menempel pada sakral PSHT sejatinya memiliki makna yang serupa dengan apa yang ada pada logonya. berikut adalah Warna Dasar HitamSeperti yang telah dituliskan di awal bahwa warna hitam pada sakral PSHT mengacu pada warna dasar logo PSHT itu sendiri yang berarti kekal dan dari kekal abadi, jika diimplementasikan pada pemaknaan sakral PSHT maka dapat dijabarkan bahwa warna hitam berarti tidak mudah kotor. Sama halnya dengan pemaknaan teratai yang hidup dalam segala kondisi air, PSHT melakukan latihan di segala kondisi cuaca dan medan tanah. Pada saat hujan dan lumpur, misalnya. Sekali pun kotor karena medan latihan yang berlumpur atau berdebu maka tidak akan begitu tampak noda kotorannya. Hal tersebut membuktikan bahwa hitam adalah warna yang tidak mudah terpengaruh oleh warna apa Kerah atau GulonSakral PSHT memiliki kerah di Lima Lubang KancingLubang kancing pada Sakral PSHT, jika kita cermati, ada sepuluh lubang. Lima kancing yang dimaksud adalah lima pasang lubang yang digunakan untuk lima kancing atau penempatan simpul ikatan tali kur warna putih. Pada hakikatnya lima lubang kancing ini berarti panca dasar Juga 30 Falsafah PSHT Lengkap dan Artinya, Apa Saja?4. Tali Kur Warna PutihTali kur warna putih digunakan untuk mengikat sakral bagian atas dan menutup celah antara leher dan dada. Ada pun makna dari tali kur warna putih adalahMengikat 5 lubang kancing, berarti juga panca dasar yang wajib disampaikan warga pelatih kepada putih, berarti melaksanakan panca dasar dengan diiringi niat yang tulus dari hati yang balik tali wangsul, berarti mengikat rasa persaudaraan sesama anggota Ujung lengan baju longgarUjung lengan baju sakral PSHT longgar agar bisa digunakan untuk pukulan yang baik. PSHT memiliki langkah-langkah tertentu untuk melancarkan pukulan sehingga performa terbaiknya akan muncul jika tidak ada hambatan saat Lipatan di Bagian Belakang BajuLipatan ini dijelaskan dalam ART PSHT 2016, pada pasal 13 ayat 2 huruf a tentang pakaian. Bahwa lipatan di bagian belakang baju bermakna demikianLipatan satu, untuk warga tingkat ILipatan dua, untuk warga tingkat IILipatan tiga, untuk warga tingkat IIIBaca Juga 5 Panca Dasar PSHT yang Harus Ditanamkan dalam Hati Setiap Pendekar7. Celana Latihan Berwarna Hitam dan LonggarSama halnya dengan pukulan, celana yang longgar akan memudahkan latihan dan melancarkan tendangan. Sehingga semakin minim hambatan saat melakukan angkatan tendangan, performanya akan semakin makna yang terkandung dalam sakral latihan PSHT yang sejatinya merupakan implementasi dari logo utama organisasi itu sendiri. Semoga memberikan pemahaman yang baik buat terkaitSH Winongo – Sejarah dan 20 Arti Lambang PSHWNama Induk Organisasi Pencak Silat Indonesia Adalah, Ini Jawabannya!12 Arti Lambang Tapak Suci Muhammadiyah Beserta Gambar Sabuk Perguruan Setia Hati Terate PSHT Sebutan untuk anggota Persaudaraan adalah Warga bukan Pendekar seperti pada umumnya Persaudaraan"Perguruan" Silat. Sebutan untuk yang sedang belajar dan berlatih adalah "Adik" Siswa/Murid, sedangkan untuk yang telah disyahkan disebut Warga. Siswa yang masih dalam proses belajar/latihan harus memanggil Mas "kakak" kepada semaua Warga SH Terate. Untuk menjadi anggota Setia Hati Terate, seseorang harus menjalankan latihan fisik dan juga penggemblengan mental spiritual minimal 2 tahun Latihan selama 2 tahun itu dibagi menjadi 4 tingkatan yang masing-masing tingkatan ditempuh selama 6 bulan latihan. Siswa Polos Sebutan lain untuk siswa Polos adalah Hitam yang ditandai dengan Sabuk berwarna Hitam. Latihan pada tingkatan ini adalah pengenalan tentang Setia Hati dan Setia Hati Terate, pengenalan gerak dan gerakan yang ada di SH terate dan beberapa Senam dan Jurus Setia Hati Terate. Maksimal Gerak dan Gerakan tangan dan kaki termasuk Senam dan Jurus yang diajarkan pada tingkatan ini adalah 1-2 Pukulan, Tendangan dan Pertahanan, Senam ke-30 dan Jurus ke-6. Arti sabuk polos/hitam Sabuk polos atau hitam secara mendasar mengandung arti bahwa siswa yg berada di tingkat polos adalah siswa yg buta atau tidak mengetahui dengan baik organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate. Warna hitam menunjukkan warna dasar dari pakaian SH Terate sehingga warna sabuk polos dapat berarti juga siswa polos adalah siswa yg baru belajar dan baru mengenal Persaudaraan Setia Hati Terate dan tidak boleh ditunjukan kepada orang lain. Siswa Jambon merah muda Siswa tingkat Polos yang lulus pada ujian kenaikan tingkat selanjutnya disebut Siswa Jambon yang ditandai dengan Sabuk berwarna Jambon. Sebutan Jambon mengacu kepada Warna Sabuk pada tingkatan ini yaitu Merah Jambu "buah Jambu biji" Selain peningkatan pemahaman dan pengamalan ke-SH-an pada tingkatan ini ada penambahan Gerak dan Gerakan maksimal menjadi 3-4 pukulan, tendangan, pertahanan, senam ke-50 dan Jurus ke 13-14. Sabuk jambon atau merah muda secara mendasar mengandung maksud bahwa siswa jambon adalah siswa yg mulai mengenal SH Terate dan mengenal arah yg benar. Warna jambon atau merah muda mengandung arti warna keragu-raguan, jadi sifat ragu-ragu selalu ada di siswa tingkatan jambon. Dalam berbagai sumber, jambon juga mengandung maksud adalah sifat matahari yg terbit atau sifat matahari yg terbenam, yaitu sifat yg mulai mengarah ke suatu kepastian tetapi masih dalam taraf mengantung dan belum tetap wataknya. Siswa Hijau Siswa Hijau "basa Jawa ijo" ditandai dengan sabuk berwarna Hijau. Pada tingkatan ini Gerak dan Gerakan tangan dan kaki mencapai 5-6 pukulan,tendangan dan pertahanan,. Jumlah senam antara 46 sampai dengan 60 dan jurus 15 - 20 an. Pada tingkat ini juga mulai diajarrkan senam dan jurus Toya. Sabuk hijau secara mendasar mengandung maksud bahwa siswa hijau adalah siswa yang sudah mantap/tenang hatinya. Warna hijau mengandung arti warna keadilan dan keteguhan dalam menjalani sesuatu. Sifat inilah yang di harapkan terbentuk pada siswa hijau, dimana siswa tersebut maupun berbuat adil, mulai dididik untuk madep, karep, mantep, dengan mengutamakan ajaran SH Terate. Siswa Putih Siswa Putih adalah tingkatan tertinggi bagi siswa Setia Hati yang di tandai dengan sabuk putih yang sama ukuran dengan polos, jambon dan ijo. Semua gerak dan gerakan tangan dan kaki berupa pukulan, tendangan, pertahanan, senam, jurus termasuk toya, teknik kuncian dan cara melepaskan dan pernafasan telah diberikan semua kecuali jurus ke-36. Secara rohani fisik dan rohani tingkat ini sudah siap menjadi Warga sebutan Pendekar dalam SH Terate kecuali siswa yang belum sampai pada persyaratan usia minimal. Sabuk putih atau putih kecil adalah tingkatan siswa yg terakhir dalam latihan Persaudaraan Setia Hati Terate. Sabuk putih berarti bahwa seseorang yng telah mencapai tingkatan ini adalah orang yang telah mengerti arah yang sebenarnya dan telah mengetahui perbedaan antara benar dan salah. Pada tingkatan ini, seorang siswa akan menamatkan pelajaran SH Terate baik pelajaran olah kanuragan beladiri maupun pelajaran kerohanian/ke-SH-an. Warna putih melambangkan kesucian, oleh karena itu sifat dan watak yg diharapkan dari siswa tingkat putih adalah siswa tersebut dapat bertindak berdasarkan prinsip kebenaran, dan bersikap tenang seperti air yg mengalir. Dalam suatu pepatah SH Terate disebutkan "tiniti liring, tindak ing ati".. Sumber

arti sabuk putih psht